korea

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Korea negara kecil namun strategis dan kekayaan alamnya, dalam sejarah selalu jadi rebutan negara sekitar yang besar dam kuat, demikian nasib bangsa Korea. Sejak 1948 lahir Korean Selatan dengan luas 98.400 km2 dengan penduduk 45 juta, sedangkan Korea Utara luasnya 121.730 km2 dengan penduduk 25 juta (1995). Republik korea selatan dengan sistem demokrasi liberal sedang republik korea utara dengan sistem diktator komunis. Sejak abad sebelum masehi korea merupakan jembatan dua kebudayaan dari cina dan jepang sehingga disana juga terdapat seni, agama maupun hampir sama. Pembagian negara ini bermula sejak kemenangan Blok Sekutu di dalam Perang Dunia II, mengakhiri 35 tahun Penjajahan Jepang atas Korea. Di dalam sebuah proposal yang ditolak oleh hampir seluruh bangsa Korea, Amerika Serikat dan Uni Soviet setuju untuk sementara menduduki negara Korea sebagai wilayah perwalian dengan zona pengawasan yang didemarkasi pada sepanjang 38 derajat lintang utara. Tujuan perwalian ini adalah untuk mendirikan pemerintah sementara Korea yang akan menjadi "bebas dan merdeka pada waktunya." Meskipun pemilihan umum dijadualkan, dua adidaya mendukung dari belakang para pemimpin yang berseberangan dan dua negara itu secara efektif telah didirikan, masing-masing mengakui kedaulatan atas seluruhSemenanjung Korea. Perang Korea (1950-1953) meninggalkan dua Korea yang dipisahkan oleh Zona Demiliterisasi Korea, yang secara teknis masih menyisakan perang melalui Perang Dingin hingga kini. Korea Utara adalah negara komunis, seringkali digambarkan sebagai Stalinis dan tertutup. Ekonominya pada awalnya menikmati pertumbuhan yang substansial namun runtuh pada tahun 1990-an, tidak seperti tetangga Komunisnya Republik Rakyat Cina. Korea Selatan tumbuh, setelah beberapa dasawarsa di bawah penguasa otoriter, menjadi demokrasi liberal kapitalis, salah satu ekonomi terbesar di dunia. Dalam hal ini kelompok kami akan mengkaji tentang pecahanya korea menjadi dua bagian dan bagaimana dampaknya maka kami membuat makalah yang berjudul “SEJARAH PERANG KOREA TAHUN 1950-1953 DAN DAMPAK PERANG” 1.2 Rumusan masalah 1. Bagaimana awal terpecahnya korea utara dan korea selatan? 2. Bagaimana keadaan korea pada masa terpecahnya ? 3. Bagaimana dampak setelah terjadinya pemisahan antara korea utara dan selatan ? 1.3 Tujuan makalah 1. Untuk mengetahui awal mula terpecahnya Korea Utara dan Korea Selatan 2. Untuk mengetahui Kondisi Korea ketika terpecahnya negara menjadi dua bagian. 3. Untuk mengetahui dampak-dampak yang terjadi setelah pemisahan antara korea utara dan Korea Selatan. BAB II PEMBAHASAN 2.1Awal terpecahnya Korea Setelah berakhirnya PD II, pada tanggal 12 agustus 1945, tentara Uni Soviet menyerbu tentara korea dari utara, sementara itu pada bulan september 1945 Amerika mendarat pada korea bagian selatan. Dengan demikian dengan demikian di korea terdapat dua daerah pendudukkan, yaitu korea Utara Uni Soviet dan Korea selatan dibawahi oleh Amerika Serikat( iqbal,2010:81) Masyarakat korea menyambut gembira kekalahan jepang dalam perang dunia II. Namun kegembiraan mereka tidak berlangsung lama. Pembebasan mereka tidak serta merta membawa kemerdekaan Korea yang telah diperjuangkan dengan keras oleh rakyat Korea. Justru pembebasan ini berakhir dengan terpecahnya Korea oleh perbedaan-perbedaan ideologis yang disebabkan oleh munculnya perang dingin. Upaya-upaya rakyat korea untuk mendirikan pemerintahan independen tidak terlaksana karena pasukan Amerika serikat menduduki bagian selatan Semenanjung Korea, sedangkan pasukan Uni soviet menguasai bagian Utara. Pada bulan november 1947, Majelis Umum perserikatan bangsa-bangsa (PBB) menyepakati sebuah revolusi yang meminta diadakannya pemilihan umum di Korea di bawah pengawasan sebuah komisi PBB. Akan tetapi Uni soviet menolak untuk mematuhi revolusi tersebut dan menolak masuknya komisi PBB ke bagian paruh utara Korea. Majelis umum PBB kemudian membuat resolusi lain yang menunutut diadakannya pemilihan umum di wilayah-wilayah yang bisa dimasuki oleh Komisi PBB. Pemilihan umum pertama dilaksanakan pada tanggal 10 mei 1948, di wilayah-wilayah di sebelah garis lintang 38’. Hasil dari Pemilu ini ialah Syng Man Rhee dipilih menjadi Presiden pertama Korea Utara. Sementara itu disebelah utara garis lintang 38’ Kim il Sung dipiliah menjadi Presiden Korea Utara. Garis 38’ inilah yang mambagi semenanjung Korea menjadi Korea Selatan dan Korea Utara. (Jaro.2008:60). Kemudian Korea Selatan membentuk negara Republik Korea Selatan. Sementara Korea Utara membentuk pemerintahan komunis Korea Utara. Perang korea sendiri merupakan konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan yang berlangsung mulai tanggal 25 juni 1950 sampai 27 juli 1953. Perang Korea (1950-1953) terjadi karena Korea Utara menyerbu Korea Selatan dibantu US dan RRC (Soepratignyo. 1999:51). Perang ini disebut juga “perang yang dimandatkan” (proxy war) antara Amerika serikat dan Sekutu PBB-nya dan komunis Republik Rakyat Cina dan Uni Soviet (juga anggota PBB). Peserta perang pertama adalah Korea Utara dan Korea Selatan. Sekutu utama Korea Selatan termasuk Amerika, Kanada, Australia, Britania Raya meskipun banyak negara lain yang mengirimkan tentara dibawah bendera PBB. Jadi secara tidak langsung ada kepentingan beberapa golongan dalam perang ini. Termasuk negara-negara Liberal dan negara-negara Komunis. Kepentingan AS tentu penguasaan semenanjung Korea dalam menghadapi perang dingin melawan USSR dan RRC, dikemudian hari. Masing-masing kepala boneka baik di utara (Kim Il sung) maupun selatan (Syang Man Rhee) berusaha mempersatukan semenajung Korea menurut garis politik masing-masing (Iqbal. 2010:82). 2.2 Keadaan Korea Saat Dalam Masa Perpecahan Karena usaha persatuan korea tidak tercapai, maka Korea Selatan membentuk negara Republik Korea dengan ibu kota Seoul dan Syang Man Rhee sebagai presiden. Dipihak lain, korea utara mendirikan Republik Demokrasi rakyat Korea dengan Ibukota Pyongyang dibawah pimpinan Kim Il Sung (Iqbal. 2011:84). Kim Il Sung berobsesi untuk menginvansi Korea bagian selatan. Rupanya sebelum invansi terealisasi Kim Il Sung mengundang kawan seideologi guna mendukungnya. Stalin menerima ajakan itu pada tahun 1949. Dan Stalin belum berkenan hati ikut membantu. Invasi terhadap Korea bagian selatan urung digelar. Namun pada bulan april 1950, Stalin berubah pikiran. Kim Il Sung berhasil menyakinkan sang perdana mentri bahwa invasi ke Korea selatan merupakan operasi militer beresiko kecil dan akan berakhir sukses sebelum Amerika melakukan intervensi didalamnya . pada saat itu Stalin berfikir bahwa Amerika tengah sakit hati di tinggal oleh rekan Cinanya, sehinnga kecil kemungkina Amerika akan melibatkan diri dalam konflik di Semenajung Korea. Uni Soviet juga telah mengumunkan bom nuklir ciptaanya, dari sini berdasar prediksi Stalin, monopoli Amerika sebagai pemilik senjata nuklir sudah tergeser dan berarti kemampuan Amerika yang sering memaikan kartu nuklir dalam konfrontasi melawan Uni Soviet bukan sebagai yang menakutkan lagi. Semakin lengkaplah kekuatan korea Utara dengan hadirnya bantuan dari negara tetangga yaitu Cina Gambar 1.1 Jenderal MacArthur, UN Command CiC (duduk), mengamati penembakan laut di Incheon dari USS Mt. McKinley, 15 September 1950. (Sumber. http://Wikipedia.com) Pada juni Seoul jatuh ketangan Korea Utara pada akhir juni 1950. Presiden Truman kemudian memerintahkan Mc Artur menggapai US Army dijepang untuk membantu Korea, Truman terbang ke PBB meminta dukungan. Pada 27 beberapa negara telah siap untuk bertandang di Korea, perang pertama antara AS dan korut dimulai pada 5 juli. Mc artur mengadakan opersi incheon untuk menusuk pasukan korea Utara dari belakang (september 1950) . Pyongyang yang jatuh ketangan sekutu(oktober 1950). RRC ikut memasuki medan pertempuran atas perintah PM Zhou Enlai dengan 27.000 terntara pada 25 oktober. Tentara AS mundur pada akhir November 1950. Dan Seoul kembali jatuh ketangan Korea Utara. Trauman memecat Mc Artur dari posisi komandan utara AS (April 1951) karena keinginnanya untuk mengebom RCC dan diadakan negosiasi damai dikaesong, Korea Selatan(juli 1951). Selain itu presiden baru AS Eisenhower mencoba menghentikan konflik dan datang ke Korea pada November 1952. Selanjutnya dibangun DMZ (demilitared zone) pada juli 1953. Hingga hari ini penyelesaian damai belum memperoleh kejelasan(Iqbal. 2011:84) PBB segera mencap Korea Utara sebagai agresor sehingga PBB segera mengirimka pasukannya yang terdiri dari pasukan 16 negara untuk membantu Korea Selatan menghadapi serangan Korea Utara. Dengan dukungan dan bantuan pasukan PBB tersebut, Korea Selatan mulai membalas serangan Korea Utara dari garis bertahanan terakhirnya di sekitar Sungai Nakdong. Keikutsertaan pasukan PBB dalam perang Korea telah berhasil mengubah kedudukan Korea Selatan atas Korea Utara. Perubahan itu mengundang masuknya Cina untuk membantu Korea Utara dalam menyeimbangkan kekuatanya dengan pasukan Korea Selatan dan PBB. Campur tangan pihak luar itu justru menyebabkan perang menjdi semakin tegang(setiawati:2001 191) Kondisi negara Korea pada umumnya sangat kacau. Peperangan hampir terjadi ditiap hari diseluruh kota-kota besar di Korea. Mulai di Taegu, Pusan, Kimpo, Seoul, dan Ujingbu. Dikarenakan ada intervensi dari negara-negara barat dan komunis, maka tidak jarang pula ditemukan tentara-tentara maupun kendaraan militer berat lainya dari Amerika maupun Uni Soviet. Mochtar Lubis dalam bukunya, catatan Perang Korea (2010) menggambarkan kondisi perang tersebut sebagai berikut; Markas besar tentara ke-8 Amerika serikat terletak di kota taegu, Ibu kota darurat pemerintahan korea selatan. Tempat wartawan-wartawan perang dalam markas besar ini berada. Pagi ini tanggal 1 oktober hari minggu di depan sebuah peta besar yang tergantung di Dinding seorang kapten memberikan penerangan tentang jalanya pertempuran di Korea Selatan. Disana-sini kota pasukan pasukan Korea Utara mulai menyerahan. Tetapi penyerahan besar- besaran belum terjadi tanggal 1 oktober. Dalam kota taegu ini sementara itu masih kelihatan bekas-bekas persiapan menyabut serangan orang korea Utara beberapa minggu lalu. Jalan-jalan penuh dengan pos-pos dari karung-karung pasir, tanda orang bersiap untuk melakukan pertempuran dalam kota. Lapangan terbang Taegu masih dijaga ketat. Pesawat-pesawat udara jet penuh di udara Pada tahun 1953 perang berakhir dan pihak AS mengadakan perjanjian Mutual Security Treaty dengan Korea Selatan sehingga keberadaan pasukan AS dipertahankan guna mencegah terjadinya serangan dari pihak Utara. Lain halnya dengan China-USSR, mereka tidak menempatkan pasukannya di Korea Utara tetapi pengaruh ideologi Marxist-Leninist semakin kuat. Akhirnya pada tahun 1961 pihak USSR-China mengadakan perjanjian pertahanan dengan Korea Utara. Pada 27 juli 1950 Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok dan Korea Utara menandatangani persetujuan gencatan senjata. Presiden Korean Selatan Seung man Rhe, menolak menadatanganinya namun berjanji menghormati gencatan senjata tersebut dan ketegangan disemanjung korea masih tetap membekas Walaupun perang Korea hanya berlangsung selama 3 tahun, namun perang tersebut membawa begitu banyak kesengsaraan bagi rakyat Korea. Banyak orang yang tewas di medan perang dan sejumlah besar rumah, pabrik dan harta benda yang lain hancur. Dalam pereang ini kkuang lebihnya ada 2.000.000 orang tewas. Korea Utara: 214,000–520,000; kebanyakan sumber memperkirakan 500.000 orang yang terbunuh. Korea Selatan: Rakyat sipil: 245.000—415.000 terbunuh; Total rakyat sipil yang tewas antara 1.500.000—3.000.000; kebanyakan sumber memperkirakan. Yang lebih penting lagi, perang Korea telah menyebabkan masyarakat kedua Korea menjadi saling mencurigai satu sama lain dan rasa ketidak percayaan itu tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Hal itulah yang menyebabkan sampai saat ini masih terdapat ketegangan dan pertentangan antar Korea(Setiawan, 2001:192) 2.3 Dampak-dampak yang terjadi setelah terpecahnya negara ini 1. Dampak Ekonomi kedua belah pihak (Utara dan Selatan) : Perang antar kedua pihak ini mengakibatkan hancurnya infrastruktur dan ekonomi negara. Pada tahun 1970 ekonomi kedua belah pihak sempat seimbang, namun orientasi ekonomi Korea Utara lebih memprioritaskan pada kepentingan militer, serta upaya membuat senjata nuklir walaupun belum berhasil. Korea Utara memiliki ekonomi komando yang terindustrialisasi, autarkik, dan sangat terpusat. Dari lima negara sosialisasi yang tersisa di dunia, Korea Utara adalah salah satu dari dua negara dengan ekonomi yang dimiliki negara dan direncanakan oleh pemerintah sepenuhnya. Kebijakan isolasi Korea Utara berarti bahwa perdagangan internasional sangatlah dibatasi. Korea Utara tidak begitu mengembangkan ekonominya namun Korea Utara memiliki pertahanan militer yang baik, karena kerjasama dengan Rusia dan Cina. Akibat dari itu adalah kesejahteraan rakyat kurang diperhatikan dibandingkan dengan pengkultusan pemimpinnya dengan banyaknya monumen tokoh pemimpin yang sedang berkuasa. Korea Utara juga lebih mengutamakan pelaksanaan ideologi komunis. Karena hal –hal tersebut itulah Korea Utara seringkali mengalami kekurangan makanan dan menyebabkan tingginya tingkat kematian penduduk akibat kelaparan. Sehingga Korea Utara seringkali meminta bantuan dari berbagai negara, tak terkecuali dari pihak Korea Selatan. Pada awal terpisah, Korea Selatan adalah negara baru yang terpuruk akibat krisis pasca perang dengan Korea Utara. Namun karena hubungannya yang dekat dengan amerika serikat, korea selatan dapat dengan mudah membangkitkan diri. Hal ini juga dikarenakan dengan status Korea Selatan yang merupakan agen contaiment policy amerika serikat terhadap penyebaran komunisme di Asia Timur. Amerika Serikat dengan senang hati membantu Korea Selatan Membangun negaranya. Pemerintah Korea Selatan juga melakukan sejumlah reformasi dalam negara, diantarnya adalah memfokuskan perekonomian yang beroririentasi kepada ekspor. Pada masa kepemimpinan presiden Park Chun-Hee, Korea Selatan berada di dalam batasan pembangunan lima tahun. Untuk meningkatkan gairah ekonomi, pemerintah juga membangun infrastruktur indistri dan memberikan sejumlah kemudahan kepada kalangan bisnis dan chaebol. Kemudahan ini antara lain adalah pinjaman renadah bunga, bantuan ekspor, dan kemudahan dalam ekspor dan impor. Korea Selatan pada awalnya berfokus pada industri tekstil dan pertanian, namun perkembangannya juga kepada industri teknologi dan manufakture. Kebijakan ini membawa Korea Selatan kepada perkembangan perekonomian yang pesat seperti Jepang dan Cina. Namun krisis minyak pada tahun 1970 menyulitkan ekonomi Korea Selatan. Korea Selatan sangat bergantung kepada minyak impor untuk menajlankan industrinya. Tidak hanya itu, Korea Selatan juga sempat mengalami inflasi yang sangat tinggi karena pemerintah mencoba untuk menerapkan sistem fordisme, yaitu memberi gaji tinggi kepada pegawai untuk meningkatkan daya beli. Namun, Korea Selatan dapat bangkit kembali dari krisis ini. Presiden Park Chung Hee adalah presiden militer pertama Korea Selatan yang memulai menetapkan sejumlah kebijakan untuk membangun perekonomian Korea Selatan. Presiden park juga adalah presiden yang membentuk sejumlah chaebol untuk menguasai dan mengatur perekonomian Korea Selatan. 2. Dampak Politik : Korea Selatan mengadopsi sistem politik yang demokratis, berbeda dengan sistem politik di Korea Utara yang komunis-sentralistik. Pemerintah Korea Selatan menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam bidang politik. Minat warga Korea kepada politik pun semakin lama semakin tinggi. Dengan sistem demokrasi, maka pihak militer meninggalkan perannya dari arena politik. Tahun 1980, otorotarian di Korea Selatan mulai beralih kepada demokrasi liberal. Hal ini ditandai dengan pemilihan Majelis Nasional pada tahun 1985 dan puncaknya dalah pemilihan presiden pada tahun 1993. Perlahan Korea Selatan meninggalkan korea Utara dan bergerak kepada demokratisasi. Perubahan Korea Selatan tidak serta-merta berarti Korea Selatan terlebas begitu saja dengan Korea Utara. Upaya unifikasi sering kali terjadi di antara dua pemerintahan. Korea Utar mengancam militernya jugs selalu menjadi hambatan bagi Korea Selatan untuk mengusahakan unifikasi. Korea Selatan pernah membentuk suatu kebijakan bernama Shunshine Policy yang membahas tentang unifikasi ini. Namun, Korea Utara masih mempertimbangkanya. Tidak jarang pergesekan antara kedua negara seringkali membawa kepada keadaan hampir perang dan hal ini menurut Korea Selatan Sangat merugikan. Sedangkan pihak Korea Utara lebih menekankan nilai hierarki struktur keluarga sebagai pemimpin berikutnya. Korea Utara adalah negara yang menyatakan secara sepihak sebagai negara Juche (percaya dan bergantung kepada kekuatan sendiri). 3. Dampak Militer dan Keamanan : Berdasarkan penjelasan yang telah dibahas sebelumnya, Korea Utara lebih menekankan ekonomi dalam upayanya meningkatkan kapasitas militer dan nuklirnya. Dengan adanya sikap dan pengaruh dari kepemilikan senjata nuklir ini, maka secara tidak langsung menyebabkan instabilitas kawasan Asia Pasifik, terlebih dengan beberapa percobaan peluncuran nuklir Korea Utara yang menurut data intelijen mampu menjangkau sebagian wilayah Amerika Serikat. Setelah gencatan senjata, Dari sisi pertahanan, Korea Selatan “menikmati” perlindungan dari Amerika Serikat sejak tahun 1953 dalam sebuah kerja sama pertahanan. Amerika Serikat menempatkan pasukannya di 16 markas di Korea Selatan dibawah bendera, Unites States Forces Korea, dengan rincian: AD 19,755 AL 274 AU: 8,815 Marinir: 242 Sementara itu, di kubu Korea Utara, lebih menekankan kepada segi pengamalan ajaran komunis dan perbesaran anggaran pengembangan militer. Dalam hal ini Korea Utara bekerja sana dengan Rusia dan Cina guna untuk memperkuat kekuatan militernya. Karena lebih mementingkan bidang militernya tingkat kesejahteraan masyarakat Korea Utara lebih rendah dibanding masyarakat Korea Selatan. 4. Dampak Terhadap Penduduk Korban Perang Korea — Tentara PBB dan AS menghitung jumlah tentara China dan Korea Utara yang tewas berdasarkan laporan korban-tewas di lapangan, interogasi tahanan perang, dan intelejen militer (dokumen, mata-mata, dan lain-lain).[63] Korban tewas: AS: 36.940 terbunuh, China:100.000—1.500.000 terbunuh; kebanyakan sumber memperkirakan 400.000 orang yang terbunuh; Korea Utara: 214,000–520,000; kebanyakan sumber memperkirakan 500.000 orang yang terbunuh. Korea Selatan: Rakyat sipil: 245.000—415.000 terbunuh; Total rakyat sipil yang tewas antara 1.500.000—3.000.000; kebanyakan sumber memperkirakan 2.000.000 tewas.melaporkan bahwa tentara memiliki "kekuatan musuh dieliminasi 1.090.000, termasuk 390.000 dari Amerika Serikat, 660.000 dari Korea Selatan Templat: Sic, dan 29.000 dari negara-negara lain." Tidak rincian diberikan untuk jumlah korban tewas, terluka, dan ditangkap, yang peneliti Cina Xu Yan menunjukkan mungkin telah membantu negosiasi untuk repatriasi POW Xu. menulis bahwa PVA "menderita kematian 148.000 sama sekali, di antara yang tewas dalam pertarungan 114.000 Templat: sic, insiden, dan winterkill, 21.000 meninggal setelah dirawat di rumah sakit, 13.000 meninggal karena penyakit, dan 380.000 luka-luka Ada juga 29.000 hilang, termasuk 21.400 tahanan perang, di antaranya 14.000 dikirim ke Taiwan, 7.110 dipulangkan.. " Untuk KPA, mengutip Xu 290.000 korban, 90.000 tawanan perang, dan "besar" jumlah kematian warga sipil di utara. Kotak informasi daftar pasukan PBB Command korban Perang Korea, dan perkiraan mereka PVA dan KPA korban.China dan Korut menerbitkan sebuah deklarasi bersama setelah perang, yang melaporkan bahwa "pasukan mereka telah menewaskan 1,09 juta tentara musuh termasuk 390.000 dari AS, 660.000 dari Korea Selatan [sic], dan 29.000 dari negara lainnya."Tidak ada rincian yang diberikan tentang jumlah tentara yang tewas, terluka, atau ditangkap.Dalam kotak informasi tersedia daftar korban Perang Korea dari PBB, dan perkiraan mereka untuk korban dari pihak China dan Korut Daftar Rujukan Hyu, Jaro. 2008. Fakta-fakta Tentang Korea. Pelayan Kebudayaan dan Informasi Korea: Seoul Korea. Iqbal, Ahmad. 2010. Perang-Perang Paling Berpengaruh di dunia. Jogja Bangkit publisher: Yogyakarta. Soepratignyo. 1999. Sejarah Singkat Asia Timur. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang: Malang. Setiawati, Nur aini. 2001 Sejarah Korea Sejak Awal Abad Hingga Masa Kontemporer, Gajah Mada University Press: Yogyakarta. http://ne
etatakky.blogspot.com/2011/05/kebijakan-as-dalam-perang-korea.html di akses pada tanggal 22 September 2012 pada pukul 08.00 WIB. http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Korea di akses pada tanggal 22 September 2012 pada pukul 08.00 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini